Bahayanya Jika Minyak Untuk Memasak Dipakai Berulang Kali

Ikuti Kami

Felis Blog

Administrator at Felis Blog
felisblog.com adalah blog dunia perempuan Indonesia. Kami menyajikan artikel-artikel Info Kesehatan, Info Kecantikan, Info-info Kosmetik Terbaru, Lifestyle, dan bermacam artikel menarik lainnya. Di felisblog.com, Anda juga bisa berbelanja online produk-produk yang terdapat di kategori Shop. Selamat membaca dan berbelanja! Jangan lupa ikuti kami di sosial media untuk mendapatkan update artikel terbaru.. :p
Ikuti Kami
oil 2 / photo from http://home.families.com

oil 2 / photo from http://home.families.com

Untuk menghemat biasanya kita memakai minyak goreng untuk 1-2 kali pakai, tetapi sebaiknya jangan memasak dengan minyak yang sudah dipakai berulang-ulang, loh.  Menggunakan kembali minyak yang sudah dipakai seperti minyak bunga matahari, ternyata bisa melepaskan senyawa beracun, yang kemudian bisa dikaitkan dengan penyakit pada otak dan beberapa jenis kanker.

Peneliti dari University of The Basque Country ( yakni sebuah daerah yang terdiri dari tiga provinsi di utara Spanyol, di teluk Biscay yang berbatasan dengan Perancis, di utara-timur), merupakan yang pertama menemukan adanya aldehida tertentu dalam makanan, yang mungkin berhubungan dengan penyakit neurodegenerative dan beberapa jenis kanker.

Menurut si penulis, yakni Maria Dolores Guillen, dalam laporan The Journal Food Chemistry, mengatakan, “ Telah diketahui bahwa pada suhu penggorengan, minyak melepaskan aldehida yang mencemari udara dan bisa dihirup, sehingga kami memutuskan untuk meneliti apakah ia tetap di dalam saat minyak kembali dipanaskan, ternyata benar,” katanya seperti yang kami kutip dari laman Times of India.

Menurut sebuah penyataan, hingga kini zat-zat ini terlihat dalam studi bio-medis, dimana kehadiran mereka dalam organisme ini terkait dengan berbagai jenis kanker dan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

Racun Aldehida adalah hasil dari degradasi asam lemak dalam minyak, dan meskipun beberapa diantaranya tidak stabil, yang lain tetap meski setelah digoreng.  Itulah alasan mengapa mereka bisa ditemukan dalam makanan yang dimasak, karena mereka adalah senyawa yang sangat reaktif yangb bisa bereaksi dengan protein, hormon dan enzim dalam organisme dan menghambat fungsi yang benar.

Penelitian ini melibatkan pemanasan tiga jenis minyak (zaitun, bunga matahari dan biji rami) dalam penggorengan industri di  190 oC. Studi ini  dilakukan selama 40 jam, delapan jam sehari di dua yang pertama, dan 20 jam untuk minyak biji rami. Minyak Biji rami aau flax seeds memang jarang digunakan di negara Barat, namun ia dipilih karena kandungannya yang tinggi akan kelompok omega 3.

Sumber : Times of India

Updated: 27/02/2012 — 21:33

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Felis Blog © 2014 Frontier Theme
Baca Jugaclose